“ Tanggung Jawab Bank Terhadap Nasabah Bancassurance “

Tesis telah mendapatkan nilai lulus dalam ujian di Program Pascasarjana Kenotariatan, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, pada bulan Oktober 2012. Oleh karena itu, penulis tesis, Anindya Nila Ayu, telah memperoleh gelar Magister Kenotariatan.

ABSTRACT

Anindya Nila Ayu SE., SH., Program Magister Kenotariatan, fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Oktober 2012, “TANGGUNG JAWAB BANK TERHADAP NASABAH BANCASSURANCE DITINJAU DARI SEBI 12/35/DPNP DAN UU NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN”,  Komisi Pembimbin Utama:  Afifah Kusumadara, SH. LL.M. SJD         ; Pembimbing kedua : Eko Handoko, SH., Not

Bancassurance adalah produk asuransi yang dikembangkan dan didistribusikan melalui jaringan bank. Sesuai dengan Surat Edaran BI No.12/35/DPNP, model bisnis seperti ini terbagi atas tiga bagian. Pertama, model bisnis referensi dalam rangka produk bank maupun tidak dalam rangka produk bank. Kedua,  model bisnis kerja sama distribusi. Ketiga, model bisnis integrasi produk. Bank, menurut SEBI No. 12/35/DNPN tidak dapat bertanggung jawab terhadap produk bancassurance yang dikeluarkannya. Tetapi bila dikaitkan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen seharusnya bank dapat dikenai pertanggungjawaban karena bank juga merupakan pelaku usaha dalam kerjasama bancassurance.

Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan menggunakan 2 (dua) pendekatan penelitian yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).  Bahan hukum yang sudah terkumpul baik bahan hukum primer, sekunder maupun bahan non hukum dianalisis dengan menggunakan instrumen teori dan konsep sebagaimana yang terdapat dalam kerangka teoritik untuk membahas atau memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti dengan menggunakan metode “analisis kualitatif yuridis” yang bertitik tolak pada kerja “penalaran yuridis”.

Setelah dilakukan penelitian maka dapat disimpulkan, menurut SEBI 12/35/DNPN tanggung jawab bank untuk kerjasama referensi dan distribusi, bank tidak dapat dikenai pertanggungjawaban. Tetapi untuk bentuk kerjasama dalam bentuk integrasi produk, bank bertanggung jawab terhadap produk tersebut. Sedangkan menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 bank selaku pelaku usaha dalam kerjasama bancassurance ini, harus turut bertanggung jawab terhadap semua produk yang dikeluarkannya terkait produk bancassurance.

Kata kunci ; tanggung jawab, bancassurance, pelaku usaha, konsumen

Thesis Anindya -Lengkap/Complete

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: