” Konflik Hukum HAKI Dengan Adat Di Indonesia “

KONFLIK HUKUM HAKI DENGAN ADAT DI INDONESIA

Oleh: Afifah Kusumadara

Diterbitkan di Jurnal Arena Hukum, no. 12, November 2000

Abstract:
Dalam dua dekade terakhir ini, hukum HAKI telah menjadi hukum yang termasuk paling cepat berkembang dan paling dinamis. Akan tetapi, walau disertai dengan reformasi pemerintah yang cukup impresif di bidang hukum HAKI, ternyata terjadi kecenderungan yang meluas di antara masyarakat Indonesia untuk tetap tidak mempedulikan keberadaan hukum HAKI dan penegakannya. Latar belakang sejarah dan budaya menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpegang pada norma-norma Adat yang tidak mengakui kepemilikan individual atau kepemilikan pribadi atas hasil karya intelektual dan suatu penemuan. Lebih jauh lagi, cikal bakal dari sistem HAKI yang ada saat ini di Indonesia bukan tumbuh dari rakyat Indonesia sendiri, melainkan datang dari negara-negara Barat yang memiliki kepentingan ekonomi dan nilai-nilai budaya yang sangat berbeda dari yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Faktor ini berperan besar terhadap sulitnya penegakan hukum HAKI di Indonesia.

I. Pendahuluan

Tulisan ini dimaksudkan sebagai bagian pertama dari tulisan-tulisan saya di jurnal ini yang menganalisa sebab kegagalan dari pelaksanaan hukum HAKI di Indonesia. Dari analisa yang didapat, akan dicarikan jalan keluar yang sesuai dengan kondisi Indonesia agar Indonesia mampu melaksanakan hukum HAKI. Permasalahan yang akan dibahas didalam tulisan-tulisan saya adalah tentang apakah hukum HAKI yang ada di Indonesia saat ini tepat atau cocok dengan budaya dan tingkat perkembangan ekonomi yang dimiliki Indonesia dan apakah hukum HAKI dapat memenuhi hasrat kebutuhan dan kepentingan rakyat Indonesia. Khusus untuk tulisan bagian pertama ini, permasalahan yang akan dibahas adalah apakah hukum HAKI yang ada di Indonesia saat ini sejalan dengan latar belakang budaya bangsa Indonesia.

Dalam kenyataannya, terjadi kecenderungan yang meluas di antara orang-orang Indonesia untuk tidak mempedulikan keberadaan hukum HAKI dan penegakannya. Latar belakang sejarah dan budaya menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpegang pada norma-norma Adat yang tidak mengakui kepemilikan individual atau kepemilikan pribadi atas hasil karya intelektual dan suatu penemuan. Lebih jauh lagi, cikal bakal dari sistem HAKI yang ada saat ini di Indonesia bukan tumbuh dari rakyat Indonesia sendiri, melainkan datang dari negara-negara Barat yang memiliki kepentingan ekonomi dan nilai-nilai budaya yang sangat berbeda dari yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Faktor ini berperan besar terhadap sulitnya penegakan hukum HAKI dan tidak dapat diterimanya hukum HAKI di Indonesia.

lengkap

One Response

  1. HAKI MERUPAKAN PENGHAMBAT PENGGERAKAN PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN MASYARAKAT INDONESIA, SEBAGAI NEGARA BERKEMBANG HAKI INI BELUM PANTES DI TERABKAN DI INDONESIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: